Pemprov Papua Siapkan Kapal Ekspres Belibis 9 Layari Jayapura-Biak & Jayapura-Serui
Jayapura-Spektroom : Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua menyiapkan kapal ekspres Belibis 9 untuk meningkatkan konektivitas transportasi laut antardaerah yang ditargetkan mulai melayani masyarakat pada awal Januari 2027.
Kepala Dinas Perhubungan Papua Mathius Hartono Wally dalam siaran pers di Jayapura, diterima Jurnalis Spektroom Rabu, 04 November 2026 menyebutkan, pengoperasian kapal ekspres Belibis 9 direncanakan melayani rute Jayapura-Biak dan Jayapura-Serui.
"Pada Senin (2/11/2026), kami bersama Gubernur Papua Mathius D. Fakhiri dan sejumlah pihak terkait telah mengunjungi galangan kapal di Tanjung Pinang, guna melihat langsung kondisi kapal sekaligus mengikuti uji coba kecepatan," sebutnya.
Dari hasil pengujian, kapal ekspres tersebut mampu mencapai kecepatan 31 knot, sehingga diharapkan dapat memangkas waktu perjalanan laut dari sebelumnya sekitar 27 hingga 28 jam menjadi 10 sampai 11 jam.
"Kecepatan itu menjadi salah satu keunggulan kapal ekspres Belibis 9 karena dapat menghemat waktu perjalanan masyarakat antardaerah. Dengan demikian, mobilitas penumpang maupun aktivitas perekonomian dapat berlangsung lebih cepat," kata Mathius.
Sementara itu, Direktur Utama PT Belibis Papua Mandiri H Misbahuddin menjelaskan, progres penyelesaian kapal ekspres Belibis 9 telah mencapai 99 persen dan saat ini hanya menyisakan pekerjaan akhir serta pemasangan sejumlah aksesori.
"Kapal tersebut dijadwalkan berlayar dari Sulawesi pada 15 November 2026 dan diperkirakan tiba di Jayapura pada 1 atau 2 Desember 2026," jelas Misbahuddin.
Menurutnya, Kapal Belibis 9 memiliki kapasitas total 430 penumpang, terdiri atas 85 penumpang kelas VIP dan sekitar 345 penumpang kelas eksekutif.
Kapal tersebut juga menggunakan tiga mesin Caterpillar C32B dengan tenaga masing-masing 1.700 HP yang mendukung kemampuan pelayaran berkecepatan tinggi.
Misbahuddin berharap kehadiran Belibis 9 dapat memberikan layanan transportasi laut yang lebih cepat, nyaman, dan modern bagi masyarakat Papua.