Hujan Hentikan Laga Dayung Porprov XVI, Padang Kokoh di Puncak dengan 116 Emas
Padang-Spektroom : Hujan deras berintensitas tinggi yang melanda Sumatera Barat mengganggu sejumlah pertandingan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI 2026.
Cabang olahraga dayung yang dipertandingkan di Banjir Kanal Komplek GOR H. Agus Salim Padang terpaksa ditunda. Derasnya arus sungai akibat hujan yang mengguyur Kota Padang sejak Sabtu (10/10/2026) membuat venue tidak aman digunakan.
Ketua Panitia Besar (PB) Porprov XVI 2026 Editiawarman langsung mengambil sikap tegas. Ia menginstruksikan seluruh Technical Delegate (TD) untuk mengutamakan keselamatan.
"Jika hujan terus melanda venue cabor dan tidak memungkinkan pertandingan untuk dilanjutkan, hentikan segera. Karena ini menyangkut keselamatan kita semua," tegas Editiawarman.
Menurutnya, keselamatan atlet, pelatih, ofisial, dan peralatan pertandingan adalah prioritas utama. Ia meminta TD yang pertandingannya tertunda segera berkoordinasi dengan PB Porprov untuk penjadwalan ulang.
"Kami minta TD segera berkoordinasi, agar PB Porprov bisa mengambil langkah konkrit untuk kembali melanjutkan pertandingan," pintanya.
Hingga Minggu (11/10/2026) pagi, sejumlah venue outdoor di Padang masih belum kondusif pasca diguyur hujan. PB Porprov terus memantau perkembangan cuaca dan berharap hujan segera reda agar pertandingan bisa dilanjutkan.
Di tengah gangguan cuaca, persaingan medali tetap ketat.

Berdasarkan data terbaru klasemen Porprov XVI di laman resmi Porprov Sumbar, Minggu (11/10/2026) pukul 05.57 WIB, Kota Padang masih tak tergoyahkan di puncak dengan 116 emas, 78 perak, dan 88 perunggu. Disusul Kota Solok dengan 60 emas, 43 perak, 47 perunggu, dan Kabupaten Padang Pariaman dengan 47 emas, 52 perak, 48 perunggu.
Ketua Bidang Humas Porprov XVI Hendri Parjiga mengatakan total 424 medali emas sudah dibagikan dan klasemen masih dinamis.
Di papan tengah, Kepulauan Mentawai menempel ketat Sawahlunto. Mentawai mengoleksi 11 emas, 13 perak, 25 perunggu, selisih satu emas dari Sawahlunto dengan 12 emas, 12 perak, 37 perunggu. Kota Pariaman di bawahnya dengan 9 emas, 8 perak, 18 perunggu, sedangkan posisi juru kunci masih ditempati Kabupaten Agam dengan 4 emas, 5 perak, 25 perunggu.