UIN Saizu Purwokerto Tembus QS World University Rankings Asia 2027, Perkuat Reputasi Internasional
Purwokerto-Spektroom : Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto untuk pertama kalinya masuk dalam daftar new entrant QS World University Rankings: Asia 2027. Capaian ini menjadi langkah awal bagi kampus tersebut untuk memperluas pengakuan internasional sekaligus meningkatkan daya saing di kawasan Asia.
Pemeringkatan yang diumumkan lembaga QS Quacquarelli Symonds pada Selasa (3/11/2026) itu menempatkan UIN Saizu pada kelompok peringkat 1501+ tingkat Asia, posisi 238 di Asia Tenggara, dan peringkat 78 di Indonesia.
UIN Saizu menjadi satu dari 22 perguruan tinggi Indonesia yang tercatat sebagai pendatang baru dalam pemeringkatan tersebut. Secara keseluruhan, QS World University Rankings: Asia 2027 melibatkan lebih dari 1.700 perguruan tinggi dari 26 sistem pendidikan tinggi di kawasan Asia, termasuk 116 perguruan tinggi Indonesia.
Rektor UIN Saizu Purwokerto, Prof. Ridwan, Rabu,(4/11/2026) dalam keterangan tertulisnya menyebut capaian tersebut sebagai tonggak penting dalam perjalanan pengembangan institusi. Namun, menurutnya, masuknya UIN Saizu dalam pemeringkatan internasional bukan semata-mata persoalan peringkat, melainkan dorongan untuk meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, sumber daya manusia, dan kerja sama global.
“Capaian ini menjadi tonggak sejarah bagi UIN Saizu. Untuk pertama kalinya, kita masuk dalam QS World University Rankings: Asia. Ini merupakan bentuk pengakuan atas perkembangan institusi sekaligus motivasi untuk terus meningkatkan kualitas dan daya saing di tingkat internasional,” ujarnya.
Salah satu kekuatan UIN Saizu terlihat pada indikator internasionalisasi. Indikator mahasiswa internasional menempati peringkat 232 Asia, sedangkan dosen internasional berada di posisi 299. Rasio mahasiswa internasional mencapai 7,8 per 100 mahasiswa, sementara rasio dosen internasional sebesar 8,6 per 100 dosen.
Meski demikian, hasil pemeringkatan juga menunjukkan sejumlah pekerjaan rumah. Proporsi dosen bergelar doktor baru mencapai 35,6 persen, masih di bawah median regional 61,5 persen. Produktivitas publikasi ilmiah juga perlu ditingkatkan, dengan rata-rata 0,4 publikasi per dosen dibandingkan median regional 3,3 publikasi.
Selain itu, mobilitas mahasiswa melalui program pertukaran internasional dan jaringan riset global masih perlu diperluas.
Ridwan menegaskan, hasil pemeringkatan tersebut akan menjadi bahan evaluasi untuk menyusun strategi pengembangan kampus. UIN Saizu akan mendorong percepatan studi doktoral dosen, peningkatan publikasi jurnal internasional bereputasi, kolaborasi riset global, serta program pertukaran mahasiswa.
Dengan capaian perdana ini, UIN Saizu berharap dapat meningkatkan kualitas akademik secara berkelanjutan. Masuknya dalam pemeringkatan QS Asia 2027 bukan menjadi titik akhir, melainkan pijakan untuk memperkuat kontribusi perguruan tinggi bagi masyarakat dan dunia internasional.