Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena: PKK Tidak Boleh Hanya Bergerak Ketika Menghadapi Perlombaan
Ambon-Spektroom : Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena menegaskan gerakan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) tidak boleh hanya bergerak ketika menghadapi perlombaan. Lebih dari itu, PKK harus menjadi gerakan berkelanjutan yang mampu memperkuat ketahanan keluarga sekaligus menjawab berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat, mulai dari penyalahgunaan narkoba, HIV/AIDS hingga konsumsi minuman keras (miras).
Penegasan tersebut disampaikan Bodewin saat memberikan sambutan pada kegiatan Penilaian Lomba Desa Pelaksana Terbaik 10 Program Pokok PKK Tingkat Provinsi Maluku di Negeri Rutong, Kecamatan Leitimur Selatan, Kota Ambon, Selasa (3/11/2026).
Di hadapan Ketua TP-PKK Provinsi Maluku Maya Beby Lewerissa, tim penilai, jajaran pengurus TP-PKK Provinsi Maluku dan Kota Ambon, serta masyarakat Negeri Rutong, Bodewin mengatakan PKK merupakan mitra strategis pemerintah yang harus mendapatkan dukungan melalui kolaborasi dan sinergi lintas organisasi perangkat daerah (OPD).
Menurutnya, berbagai program pemberdayaan keluarga yang dijalankan PKK harus dipastikan berjalan secara konsisten dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"PKK adalah mitra pemerintah. Oleh karena itu, berbagai kegiatan yang dilakukan PKK mesti didukung oleh pemerintah daerah dalam berbagai tingkatan, termasuk di Kota Ambon melalui kolaborasi, kerja sama, dan bersinergi dengan OPD-OPD terkait," tegas Bodewin.
Ia menjelaskan, dukungan pemerintah terhadap PKK tidak hanya dilakukan di tingkat kota, tetapi harus menjangkau kecamatan hingga desa, negeri, dan kelurahan.
Bodewin juga mengingatkan agar Kota Ambon membiasakan diri mengikuti berbagai kompetisi dan perlombaan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.
Namun, ia menekankan kesiapan menjadi hal penting sebelum suatu desa atau negeri diikutsertakan dalam perlombaan.
Ia bahkan meminta TP-PKK Kota Ambon memastikan desa, negeri, dan kelurahan yang diikutsertakan benar-benar memiliki kesiapan.
"Kalau belum siap, jangan kita ikut lomba. Tetapi kalau mereka sudah siap setengah, kita bantu supaya mereka siap penuh," ujarnya.
Bodewin berharap gerakan PKK tumbuh secara berkesinambungan dari desa, negeri, dan kelurahan, kemudian kecamatan, kabupaten/kota, provinsi hingga tingkat nasional.
Dengan demikian, aktivitas PKK tidak berhenti setelah penilaian atau perlombaan selesai.
Lebih lanjut, Bodewin menyoroti sejumlah persoalan sosial yang dinilai semakin mengkhawatirkan di Kota Ambon, di antaranya penyalahgunaan narkoba, peningkatan kasus HIV/AIDS, serta konsumsi minuman keras.
Menurutnya, berbagai persoalan tersebut harus mendapat perhatian serius karena salah satu fondasi utama pencegahannya dimulai dari lingkungan keluarga.
Ia mempertanyakan bagaimana orang tua dapat mengawasi pergaulan anak apabila tidak memiliki kepedulian terhadap aktivitas anak, termasuk ketika anak belum pulang hingga larut malam.
Begitu pula dengan persoalan miras. Menurutnya, orang tua harus memberikan contoh yang baik dan tidak justru ikut terlibat dalam kebiasaan mengonsumsi minuman keras bersama anak.
"Pertanyaannya, semua ini mulai dari mana? Dari keluarga. Bagaimana kalau anak belum pulang sampai tengah malam, orang tua tidak bertanya? Bagaimana miras merajalela kalau orang tua juga turut minum dengan anak?" kata Bodewin.
Karena itu, ia menilai keluarga harus menjadi tumpuan utama dalam membangun generasi yang sehat, berkarakter, dan memiliki masa depan yang lebih baik.
Bodewin berharap melalui penguatan 10 Program Pokok PKK, setiap keluarga dapat menjadi lebih tangguh dan sejahtera.
Menutup sambutannya, Bodewin atas nama Pemerintah Kota Ambon menyampaikan selamat datang kepada Ketua TP-PKK Provinsi Maluku Maya Beby Lewerissa bersama tim penilai di Negeri Rutong.
Ia berharap proses penilaian dapat berlangsung dengan baik dan memberikan masukan konstruktif bagi peningkatan kualitas pelaksanaan 10 Program Pokok PKK.
"Kalau ada kekurangan, tim penilai sampaikan supaya kita bisa melakukan perbaikan-perbaikan ke depan. Tidak ada yang sempurna. Kita terus memperbaiki apa yang masih kurang," tandasnya.
Bodewin berharap hasil penilaian dan evaluasi tersebut dapat menjadi motivasi bagi TP-PKK Kota Ambon dan seluruh kader di tingkat kecamatan hingga negeri untuk terus meningkatkan kualitas pemberdayaan keluarga demi kemajuan Kota Ambon, Provinsi Maluku, dan Indonesia. (EM)