Trending

Setahun Kinerja Gubernur Ahmad Luthfi dan Wagub Taj Yasin

Setahun Kinerja Gubernur Ahmad Luthfi dan Wagub Taj Yasin
Pengamat dari Undip Nur Hidayat, dalam acara Ngabuburit Jurnalis Satu Tahun Luthfi-Yasin, Senin (23/2/2026).(Foto: Sigit)

Semarang - Spektroom : Sebagai warga masyarakat Jawa Tengah, kinerja Gubernur Ahmad Luthfi dan Taj Yasin dalam setahun ini cukup memuaskan.

Terlepas ada kurang lebihnya, baginya Jawa Tengah terus bergerak maju tetutama dalam bidang ekonomi dengan makin banyak berdiri perusahaan -perusahaan.

Hal itu disampaikan Suyanto (62 th) asal Wonogiri ketika ditanya tentang tingkat kepuasan setahun kinerja Luthfi Yasin.

"Sebagsi orang awan, ssya hanya lihat sekarang banyak muncul pabrik. Ini kan tanda bagus untuk mengatasi pengangguran dan meningkatkan perekonomian," ujarnya Selasa (24/02/2026).

Memasuki satu tahun kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, pengamat politik menilai kinerja pemerintahan daerah menunjukkan orientasi kerja yang kuat, meski masih membutuhkan penguatan pada aspek komunikasi publik.

Pengamat politik dari Universitas Diponegoro, Nur Hidayat Sardini menyebut, filosofi Jawa “rame ing gawe, sepi ing pamrih”  tercermin dalam gaya kepemimpinan Luthfi–Yasin pada tahun pertama pemerintahan.

“Filosofi itu menggambarkan bahwa pemimpin sebaiknya banyak bekerja, ramai dalam pengabdian, tetapi minimal dalam pamrih dan pencitraan. Ini penting agar seorang pemimpin tetap empan papan dan memberi teladan,” ujar Nur Hidayat, dalam acara Ngabuburit Jurnalis Satu Tahun Luthfi-Yasin, Senin (23/2/2026).

Menurutnya, filosofi tersebut bersifat adiluhung dan relevan dengan konteks kepemimpinan saat ini.

Namun, Nur Hidayat menegaskan, sepi ing pamrih bukan berarti meniadakan publikasi kinerja sama sekali.

Publikasi tetap diperlukan dalam kerangka kepentingan deliberatif dan akuntabilitas demokrasi.

“Pejabat publik adalah pemilik otoritas yang bersumber dari kedaulatan rakyat. Karena itu, publik berhak mengetahui apa yang dikerjakan pemimpinnya. Ini penting agar pembayar pajak tahu bahwa mandat yang mereka berikan digunakan dengan sebaik-baiknya,” jelasnya.

Nur Hidayat menilai, capaian kinerja Pemprov Jawa Tengah selama satu tahun terakhir yang disampaikan, melalui data dan angka masih berada pada batas kuantitatif.

Menurutnya, capaian tersebut perlu dilengkapi dengan pendekatan kualitatif, agar sejalan dengan persepsi publik.

“Prestasi tidak cukup hanya kuantitatif. Harus ada proses kualifikasi melalui persepsi publik. Di sinilah pentingnya amplifikasi kinerja agar masyarakat tahu, menilai, lalu berpartisipasi,” tambahnya.

Nur Hidayat menekankan, publikasi kinerja bukan semata soal pencitraan, melainkan sarana memperkuat legitimasi pemimpin dan mencegah resistensi sosial.

Dukungan publik, lanjutnya, menjadi kunci meningkatnya partisipasi masyarakat dalam pembangunan.

“Relasi antara pemimpin dan rakyat bersifat kontraktual. Rakyat membayar pajak dan memberi mandat, sementara pemimpin wajib melindungi, melayani, dan menyejahterakan. Hak untuk tahu (right to know) adalah bagian dari hak asasi warga,” tegas Nur Hidayat.

Terkait satu tahun masa pemerintahan, dia menilai periode tersebut masih relatif singkat. Namun demikian, capaian awal dinilai penting sebagai modal dasar bagi Luthfi–Yasin untuk melangkah lebih jauh.

“Satu tahun memang pendek, masih ada empat tahun ke depan. Tapi capaian ini penting sebagai fondasi. Tinggal bagaimana ke depan pendekatan kualitatif diperkuat agar persepsi publik sebanding dengan capaian kuantitatifnya,” kata Nur Hidayat.

Dia menyimpulkan, filosofi sepi ing pamrih, rame ing gawe yang melekat pada kepemimpinan Luthfi–Yasin sudah tepat, namun perlu dimaknai secara kreatif dengan membuka ruang komunikasi publik yang lebih kuat.

“Pemimpin berhak bekerja dengan tenang, tapi rakyat juga berhak tahu apa yang dikerjakan oleh pemimpin yang telah mereka pilih,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Tim Perpecapatan Pembangunan Daerah (TPPD) Provinsi Jateng, Zulkifli menyampaikan, dalam satu tahun kepemimpinannya, Ahmad Luthfi-Taj Yasin, telah berhasil melakukan perubahan atau transformasi di tiga sektor penting, yakni ekonomi, sosial, dan birokrasi atau tata kelola pemerintahan.

“Transformasi sosial dibuktikan dengan tingkat pengangguran terbuka dan angka kemiskinan yang terus menurun. Sementara, transformasi tata kelola pemerintahan juga menguat dengan tingginya indeks integritas nasional, otonomi fiskal daerah, indeks demokrasi, dan indeks reformasi birokrasi,” tandasnya. 

Berita terkait

Aksa Harmoni Perkuat Pembauran Sosial dan Persaudaraan Lintas Sara

Aksa Harmoni Perkuat Pembauran Sosial dan Persaudaraan Lintas Sara

Ambon - Spektroom: Memperkuat persaudaraan dan menjaga keharmonisan masyarakat di tengah keberagaman menjadi salah 1 agenda penting pembangunan Kota Ambon. Berangkat dari semangat tersebut, Oldrin Parinussa, SE, Peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XXVIII, menggagas sebuah inovasi strategis bertajuk Aksa Harmoni (Akselerasi) Pembauran Sosial dan Penguatan Persaudaraan Lintas SARA

Eva Moenandar, Afrizal Aziz
Kanwil DJP Kalselteng Serahkan Tersangka Tindak Pidana Perpajakan kepada Kejaksaan Negeri Banjarmasin

Kanwil DJP Kalselteng Serahkan Tersangka Tindak Pidana Perpajakan kepada Kejaksaan Negeri Banjarmasin

Banjarmasin - Spektroom : Tim Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) dari Kantor Wilayah DJP Kalimantan Selatan dan Tengah melaksanakan penyerahan tahap II, yakni melakukan penyerahan tersangka dan barang bukti terkait proses penyidikan tindak pidana di bidang perpajakan atas tersangka MHL, MWN, dan RN kepada Kejaksaan Negeri Banjarmasin, Kemis (5/11/2026). Berkas

Junaidi, Afrizal Aziz